Langsung ke konten utama

Mengelola fasilitas menjadi lebih mudah dengan CAFM – Computer Aided Facility Management


Di jaman teknologi sekarang ini, semua aktivitas serba digital, mulai dari banking, reporting serta meeting. Sekarang, mengelola kantor/pabrik juga bisa dilakukan secara digital. Kita dapat mengelola fasilitas, mulai dari pemeliharaan AC, access control serta alokasi teknisi, cukup secara digital dari komputer atau handphone. Program untuk mengelola fasilitas ini dinamakan CAFM – Computer Aided Facilities Management. Dengan adanya program pengelolaan digital ini, akan mempermudah mengelola fasilitas dan mendapatkan data lengkap mengenai jadwal pemeliharaan dan hasil terakhir, perbaikan dan penambahan fasilitas. Semua aktivitas tersebut dapat terekam secara digital.

Apakah CAFM – Computer Aided Facilities Management ini?
CAFM adalah program yang dirancang untuk membantu Facility Manager mengelola fasilitas dengan menyediakan fitur-fitur yang dibutuhkan untuk:
-       Mendapatkan data utilisasi area
-       Melacak perpindahan asset
-       Perencanaan pemeliharaan serta perbaikan
-       Memonitor work order

Banyak nama program seperti CAFM ini yang kurang lebih memiliki fitur yang hampir sama, yaitu:
-       CMMS; Computerized Maintenance Management System
-       BMS – Building Management or Automation System,
-       IWMS– Integrated Workplace Management, atau ada juga
-       PMS – Property Management System

Jadi, apa saja kelebihan dari CAFM ini?
§  Mempermudah Kontrol Biaya: Dengan perencanaan pemeliharaan yang tercatat untuk semua peralatan penunjang fasilitas, akan membuat biaya yang akan dikeluarkan untuk pemeliharaan menjadi transparan dan akurat.
§  Mendapatkan Kontrol Pemeliharaan yang Akurat: Pencatatan semua peralatan di dalam program ini akan membuat Facility Manager menyadari dan memperhatikan semua jadwal pemeliharaan dari peralatan yang ada. Hal ini akan membuat semua peralatan dalam kondisi baik. Dan jika diperlukan, dapat juga mencatatkan kebutuhan pendaftaran lisensi atau pelaporan kepada institusi tertentu.
§  Melacak Pekerjaan: dengan adanya fitur “heldpesk”, maka semua permintaan terkait pengelolaan kantor serta semua kejadian yang memerlukan perbaikan seperti: (permintaan perbaikan meja kerja – stop kontak rusak, atau penggantian lampu diarea kerja) akan terdata. Program ini juga dapat membuatkan jadwal perbaikan dan dapat mendata penyelesaian atau tindak lanjut yang diperlukan.
§  Mendata Kepuasan: untuk beberapa program, salah satu fitur “helpdesk” dapat mengeluarkan work order yang berisikan survey kepuasan pelanggan. Jadi, setiap teknisi yang sudah menyelesaikan pekerjaan, dapat menanyakan kepada karyawan sebagai user, apakah pekerjaan serta response yang diberikan memuaskan, atau perlu diperbaiki.
§  Memberikan Laporan Lengkap: nah, ini adalah bagian yang paling disukai oleh Engineering Manager, karena program ini dapat memberikan laporan lengkap mengenai jadwal kerja vs. data aktual, rincian biaya yang dikeluarkan, jam kerja yang digunakan untuk semua/satuan pekerjaan dan perencanaan sampai dengan akhir tahun.

Program CAFM ini umumnya disediakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang IT – Information Technology, di bidang Asset Management System.

Apakah CAFM ini dipakai diperusahaan di Indonesia? Iya, saya sudah mengenal CMMS sejak tahun 1996 dipakai mengelola fasilitas pendukung di pabrik serta sudah umum digunakan oleh industri MIGAS untuk pemeliharaan peralatan di rig serta jalur distribusi termasuk pomp dan pipa.

Semoga bermanfaat,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Kualifikasi Facility Coordinator Basic

Berdasarkan pengalaman saya selama lebih dari 15 tahun di bidang Facility Management, berikut   kualifikasi yang diharapkan dari kandidat yang melamar untuk menjadi Facility Coordinator Role & Responsibilities: Sebelumnya, apasaja sih tanggung jawab dan tugas dari Facility Coordinator itu? Adalah sebagai berikut: Tanggung Jawab: 1)      Memastikan mengetahui ruang lingkup kerja (Scope of Work) dari pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi 2)      Mengetahui kinerja yang diukur setiap hari. 3)      Bekerja sama dengan team untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan 4)      Mengambil keputusan serta melakukan koordinasi dengan team dan atasan untuk setiap permasalah di lokasi 5)      Untuk memastikan secara keuangan, biaya-biaya sesuai dengan budget/anggaran yang telah ditetapkan Tugas: 6)      Untuk melakukan koordinasi dengan v...