Dunia Facility Management sedang berubah lebih cepat dari sebelumnya. Memahami arah perubahannya bukan sekadar wawasan tambahan — ini adalah kebutuhan nyata bagi setiap praktisi FM yang ingin tetap relevan di tengah tuntutan korporasi dan industri Real Estate yang terus berkembang. Berdasarkan riset terbaru dari IFMA, JLL, Deloitte, dan berbagai publikasi industri global, berikut tiga kategori yang akan paling menentukan masa depan Facility Management di tahun 2026: Kategori 1: AI, Analitik Data, dan Integrasi Teknologi Cerdas Dari seluruh kekuatan yang membentuk ulang FM di tahun 2026, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan operasional berbasis data adalah yang paling dominan. AI kini bergeser dari sekadar kata kunci menjadi sesuatu yang para pemimpin harapkan menghasilkan dampak nyata, dan kesenjangan antara organisasi yang siap dengan yang tidak semakin terlihat jelas. Riset global JLL menunjukkan adanya kesenjangan yang nyata: perusahaan dengan data yang bersih...
Selamat Tahun Baru 2026! Menyenangkan sekali bisa memulai menulis blog ini hanya dalam minggu ketiga di bulan January 2026 ini. Saya bersyukur berhasil mengalahkan rasa enggan memulai dikarenakan kekuatiran pribadi untuk membuat tulisan yang bermanfaat. Berdasarkan pengamatan serta pengalaman saya, saat ini, Facility Management (FM) di Indonesia sedang berada di titik kritis. Di satu sisi, ekspektasi terhadap fungsi FM semakin tinggi. Di sisi lain, banyak organisasi masih memperlakukan FM sebagai fungsi operasional pendukung yang bekerja di belakang layar—selama gedung “tidak bermasalah”. Paradigma inilah yang justru menjadi sumber masalah terbesar FM hari ini. Saya menyadari, memasuki tahun 2026, arah Facility Management tidak lagi sama. Secara global maupun regional, FM telah bergeser dari sekadar cost center menjadi penjaga nilai (value protector) dan pengelola risiko bisnis. Gedung serta fasilitas bukan lagi hanya bangunan fisik, tetapi aset strategis yang mempengaruhi produktivita...