Langsung ke konten utama

10 Hal-Hal Penting Untuk Memastikan Kepuasan Pelanggan



Bagi seorang Facility Manager, mendapatkan nilai baik untuk hasil survey kepuasan pelanggan menjadi kebanggaan tersendiri.
Facility Manager mempunyai ruang lingkup kerja yang tidak hanya memastikan fasilitas kantor terjaga, tetapi juga memastikan bahwa para karyawan/para pengguna mendapatkan informasi yang tepat mengenai fasilitas kantor tersebut.
Karena itu, hasil survey kepuasan pelanggan menjadi sesuatu yang dinanti-nanti karena hasil tersebut akan menggambarkan kinerja sang Facility Manager.
Saya berbagi tulisan ini dari pengalaman saya mengenai Facility Management dan apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki hasil kepuasan pelanggan;

Fasilitas:
1. Fasilitas yang ada perlu memenuhi standard minimum dan terjaga dengan baik. Fasilitas yang bagus adalah salah satu faktor kepuasan pelanggan.
2. Program pemeliharaan untuk fasilitas perlu ada dan tercatat dalam dokumen tertulis dan hasil laporan yang rutin yang menunjukkan sudah dijalankan.
3. Perlu adanya program inspeksi untuk pengembangan dari area kerja serta inovasi untuk karyawan menjadi lebih nyaman dalam bekerja.

Komunikasi:
4. Program pertemuan rutin dengan team executive assistant, admin support dan secretary agar dilakukan secara regular (3 – 4 bulan sekali).
5. Perlu mempunyai program terkait dengan karyawan seperti HSE: safety riding & driving, Hygienic dan lainnya yang mengingatkan karyawan mengenai memelihara area kerja, keselamatan diri menuju tempat kerja serta hal lainnya terkait dengan facility management.
6. Laporan hasil kinerja team Facility Management perlu dibuatkan dalam bentuk presentasi kepada Leadership Team dan karyawan dalam bentuk newsletter dan sejenisnya.

Pelatihan:
7. Briefing serta pertemuan dengan anggota Facility Management secara rutin yang menjelaskan temuan untuk masalah, feedback dari karyawan serta mengingatkan kembali untuk tujuan department agar dilakukan secara periodik – setiap minggu dan setiap bulan.
8. Pelatihan terkait dengan communication skill, hospitality, technical skill dan problem solving perlu menjadi program rutin selama 1 tahun. 

Evaluasi:
9. Berdasarkan hasil survey, agar dilakukan focus group dengan masing-masing department untuk mengetahui kebutuhan dan harapan dari mereka.
10. Target survey untuk diinformasikan secara regular kepada team serta apapun hasil survey untuk dinformasikan dengan selalu memberikan semangat positif dan rencana perbaikan.

Proses terpenting dari hal-hal diatas adalah evaluasi dari hasil survey, karena akan selalu ada hal-hal baru yang diluar scope of work dari Facility Management, tetapi faktor yang menurunkan nilai survey.
Adapun Facility Manager perlu selalu membuka komunikasi dengan anggota team dan para pengguna dan selalu belajar untuk mengembangkan department Facility Management menjadi lebih baik.

Catatan:
Survey kepuasan pelanggan umumnya dilakukan berkala mulai dari setiap 3 bulan atau setiap 1 tahun. Target pelanggan adalah pengguna dari layanan yang berinteraksi secara langsung atau tidak langsung.
Hasil survey tidak menjadi ukuran utama dalam kinerja, tetapi menjadi catatan khusus bagi Facility Manager jika hasil survey tidak memuaskan.

Pasti Bermanfaat!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Facility Management vs. Workplace Management di Era Kerja Hybrid: 4 Strategy Penting Untuk Integrasi

Setelah lebih dari 25 tahun bekerja di bidang facility management, saya pikir saya cukup familiar dengan istilah, sistem, dan dinamika pekerjaan di dalamnya. Namun, sejak 2020, ada satu istilah yang terus muncul dalam setiap diskusi, webinar, dan bahkan percakapan santai antar team: workplace management .   Dulu istilah ini tidak terlalu ramai. Tapi pasca pandemi COVID-19, seolah ada pergeseran besar: bukan hanya soal menjaga fasilitas tetap berfungsi, tapi juga bagaimana fasilitas itu mendukung cara kerja baru—yang fleksibel, digital, dan berbasis pengalaman karyawan.   Banyak Organisasi Masih Fokus pada Gedung, Bukan Penggunanya Saat ini, banyak perusahaan di Indonesia—terutama sektor perbankan, manufaktur, dan instansi publik—masih menganggap facility management (FM) cukup untuk menjalankan operasional kantor. Padahal di era kerja hybrid, pengalaman kerja (employee experience) sudah menjadi faktor utama dalam retensi, produktivitas, bahkan kesehatan mental karyawa...