Langsung ke konten utama

Program Facility Management Per Tahun

Sudah awal tahun ya. Waktunya menjalankan program facility management. Apa saja program facility management yang perlu dibuat?

Berikut program facility management yang penting untuk dipresentasikan ke management, yaitu:

1.     Budget operasional untuk 1 tahun. Merencanakan biaya-biaya terkait operasional, antara lain;
-        Biaya pemeliharaan; termasuk biaya penggantian spare part, kontrak kerja vendor dan lainnya.
-        Biaya sewa; termasuk biaya biaya utilitas (listrik, air), biaya overtime listrik/air, dan lainnya.
-        Dan biaya lainnya yang menjadi tanggung jawab team facility management

2.     Rencana program pemeliharaan;
-        Program pemeliharaan alat-alat utama: (dalam kantor, umumnya: AC Server, UPS, panel listrik).
-        Perencanaan penggantian spare part: (dalam kantor, umumnya: spare part terkait AC server, UPS, dan lainnya). Data penggantian ini bisa diketahui dari umur pakai spare part tersebut.

3.     Initiative program yang menhubungkan antara karyawan dengan perusahaan;
-        Program kebersihan kantor: rencana membersihkan kantor bersama (clean day), inspeksi bersama, dan lainnya.
-        Program penghematan: contoh: memakai kertas bolak-balik sebelum dibuang, mengurangi botol `pastik , dan lainnya.  

4.     Program Kesehatan & Keselamatan Kerja
-        Program latihan evakuasi – bekerja sama dengan building management atau team HSE.
-        Program latihan mengemudi dengan benar.

Di awal tahun, akan sangat bermanfaat sekali jika program ini dipresentasikan atau diinformasikan kepada team management, sehingga bisa mendapatkan dukungan dari team management untuk kelancaran program ini.

Untuk kinerja team facility management, perlu dibuatkan laporan secara rutin untuk program tersebut kepada team management - akan dituliskan terpisah.

Pasti bermanfaat,

Salam sukses!
Jufiandi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

3 Trend ESG di Tahun 2025

Environmental, Sustainability and Governance (ESG) adalah salah satu factor penting dalam dunia facility management saat ini. Secara umum di Indonesia, pergerakan dari peran ESG dalam dunia korporasi sudah mulai terasa. Berdasarkan tulisan dari Jim Turner di www.facilitiesnet.com mengenai kondisi ESG di tahun 2025, dia menuliskan mengenai 3 trend makro berkelanjutan yang masih relevant untuk tahun 2025: Trend 1: Energy Management Energy management adalah hal pertama yang dipikirkan untuk manajemen perusahaan jika membahas ESG, terutama terkait sustainability. Energy Management menciptakan potensi untuk mengurangi biaya operasional melalui konsumsi energi yang lebih rendah. Peluang proyek di area ini berkisar dari pemasangan retrofit pengurangan energi, mengintegrasikan sumber energi terbarukan, dan menerapkan sistem manajemen energi yang melacak dan membantu mengoptimalkan penggunaan energi.   Upaya meningkatkan efisiensi energy telah dilakukan dengan beberapa cara antara ...