Langsung ke konten utama

Mengapa Got Hampir Tidak Terlihat di Kota-Kota Besar Jerman?


Salah satu pengalaman menarik saat mengunjungi beberapa kota di Jerman adalah, pertanyaan mengenai "Ke mana perginya air hujan dan air limbah?” Kota-kota besar di Jerman yang kami kunjungi terlihat minim got terbuka sehingga terlihat sedikit sekali saluran pembuangan air. Saya tertarik menuliskan artikel ini untuk membagi cerita terkait system pembuangan kota-kota Jerman, yang menurut saya sangat mudah dirawat dari sisi facility management. 

Sistem Pembuangan Kota Jerman: Solusi Tersembunyi untuk Kebersihan

Sistem pembuangan air di Jerman dibuat secara terencana dan tersembunyi. Sehingga memperlihatkan kebersihan di kota-kota Jerman umumnya. Sistem pembuangan air ini terbagi menjadi dua bagian utama:

  1. Sistem Drainase Air Hujan:Air hujan dari atap, jalan, dan permukaan lainnya ditampung dan dialirkan melalui jaringan pipa bawah tanah. Pipa-pipa ini terhubung ke saluran pembuangan utama yang mengarah ke sungai atau badan air lainnya. Sistem ini dirancang untuk mencegah air hujan menggenang di jalan dan menyebabkan banjir.
  2. Sistem Pengolahan Air Limbah: Air limbah dari rumah tangga, industri, dan bisnis dialirkan melalui jaringan pipa bawah tanah yang terpisah. Pipa-pipa ini terhubung ke instalasi pengolahan air limbah, di mana air limbah dibersihkan dan diolah sebelum dibuang kembali ke lingkungan. Sistem ini dirancang untuk melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Keunggulan Sistem Tersembunyi:

Sistem pembuangan tersembunyi di Jerman memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sistem got terbuka:

·       Lebih Estetis: Kota-kota terlihat lebih bersih dan rapi tanpa adanya got terbuka yang mengganggu pemandangan.

·       Lebih Higienis: Got terbuka dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan serangga, yang dapat menyebabkan penyakit. Sistem tersembunyi membantu menjaga lingkungan lebih sehat.

·       Lebih Aman: Got terbuka dapat berbahaya bagi pejalan kaki dan pengendara. Sistem tersembunyi membantu mencegah kecelakaan.

·       Lebih Ramah Lingkungan: Sistem tersembunyi membantu mencegah pencemaran air.

Dampak pada Kebersihan Kota:

Sistem pembuangan air yang tersembunyi di Jerman memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kebersihan kota. Got terbuka sering kali menjadi tempat pembuangan sampah dan kotoran, yang dapat menyebabkan bau busuk dan pemandangan yang tidak sedap dipandang. Sistem tersembunyi membantu mencegah hal ini dan membuat kota-kota terlihat lebih bersih dan rapi.

Penerapan system tersembunyi di Kota-kota besar Indonesia:

Pastinya, menerapkan sistem pembuangan air tersembunyi di kota-kota besar Indonesia akan memiliki tantangan:

·       Biaya: Membangun dan memelihara sistem tersembunyi lebih mahal daripada sistem got terbuka. Dan memerlukan perencanaan ulang terhadap infrastruktur yang ada.

·       Infrastruktur: Banyak kota di Indonesia belum memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung sistem pembuangan tersembunyi.

·       Kesadaran Masyarakat: Perlu edukasi dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Yang bisa dipastikan, jika system ini dibuat di Indonesia, rakyat akan mendapatkan banyak manfaat berupa:

·       Meningkatkan Kebersihan: Kota-kota akan terlihat lebih bersih dan rapi.

·       Meningkatkan Kesehatan Masyarakat: Mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak higienis.

·       Meningkatkan Keamanan: Mengurangi risiko kecelakaan yang disebabkan oleh got terbuka.

·       Meningkatkan Keasrian Lingkungan: Mencegah pencemaran air.

Secara umum, sistem pembuangan air kota Jerman yang tersembunyi dan efisien merupakan salah satu faktor utama yang membuat kota-kota di Jerman terlihat bersih dan rapi. Sistem ini juga membantu menjaga lingkungan lebih sehat dan aman. System ini juga akan sangat bagus jika bisa diterapkan di Indonesia. Tentunya, hal ini menunjukkan bagaimana infrastruktur dan facility management yang baik dapat memberikan dampak positif pada estetika, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.


Semoga bermanfaat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Facility Management vs. Workplace Management di Era Kerja Hybrid: 4 Strategy Penting Untuk Integrasi

Setelah lebih dari 25 tahun bekerja di bidang facility management, saya pikir saya cukup familiar dengan istilah, sistem, dan dinamika pekerjaan di dalamnya. Namun, sejak 2020, ada satu istilah yang terus muncul dalam setiap diskusi, webinar, dan bahkan percakapan santai antar team: workplace management .   Dulu istilah ini tidak terlalu ramai. Tapi pasca pandemi COVID-19, seolah ada pergeseran besar: bukan hanya soal menjaga fasilitas tetap berfungsi, tapi juga bagaimana fasilitas itu mendukung cara kerja baru—yang fleksibel, digital, dan berbasis pengalaman karyawan.   Banyak Organisasi Masih Fokus pada Gedung, Bukan Penggunanya Saat ini, banyak perusahaan di Indonesia—terutama sektor perbankan, manufaktur, dan instansi publik—masih menganggap facility management (FM) cukup untuk menjalankan operasional kantor. Padahal di era kerja hybrid, pengalaman kerja (employee experience) sudah menjadi faktor utama dalam retensi, produktivitas, bahkan kesehatan mental karyawa...