Langsung ke konten utama

3 Soft-Skills Penting dalam Facility Management


Kita sebagai Facility Manager perlu mengerti hal-hal teknis seperti pemeliharaan gedung, pengelolaan aset, atau pengawasan kebersihan. Beberapa dari Facility Manager merasa bangga sudah mengerti banyak hal teknis di fasilitas mereka. Saat ini, keahlian teknis adalah sebagian dari keahlian seorang Facility Manager. Kita, Facility Manager, perlu mengerti keahlian non-teknis, atau soft-skill. 

Article yang dituliskan oleh Vallen Emery di blog Facility Executive.com dengan judul: A people first approach: Soft-skills in Facility Management menjelaskan pentingnya penguasaan soft-skills ini. 

Dalam operasional facility management sering terjadi hal-hal berikut: 
  • Miskomunikasi antara tim operasional dan user dari fasilitas dapat menimbulkan kesalahpahaman, keterlambatan, bahkan konflik.
  • Kurangnya kolaborasi antar-anggota team atau antara department bisa membuat pekerjaan tidak sinkron. 
  • Tidak adanya rasa empati dari seorang manajer sering menyebabkan turunnya motivasi karyawan dan terganggunya hubungan kerja.
Hal-hal tersebut dapat menghambat kinerja fasilitas yang seharusnya mendukung produktivitas organisasi.

Soft-skills seperti apa yang perlu dimiliki oleh Facility Manager untuk menghindari kejadian tersebut?

Berikut tiga soft-skills penting yang perlu dimiliki seorang Facility Manager untuk Meningkatkan  perlu memperkuat tiga soft skill utama berikut:

1. Komunikasi yang Benar
Kita, sebagai Facility Manager perlu menyampaikan informasi secara jelas, tepat, dan terbuka, baik kepada tim internal maupun pihak eksternal. Komunikasi yang efektif mencakup mendengarkan aktif, memberikan arahan yang mudah dipahami, serta memastikan setiap orang memiliki informasi yang sama. 
Facility Manager perlu membuat wadah - jadwal rutin meeting untuk berkomunikasi dengan team; internal dan/atau eksternal. Jadwal rutin mingguan, bulanan dan/atau kondisi khusus perlu dibuat, agar mendapatkan masukan serta pertanyaan dari team, jika diperlukan/ada.
Dengan komunikasi yang baik, kesalahan teknis dapat diminimalkan dan keputusan dapat diambil lebih cepat. 

2. Teamwork dan Kolaborasi
Facility Manager akan selalu memiliki team, baik anggota team internal atau eksternal; vendor, user fasilitas, pihak pengelola gedung, dan/atau lainnya. Kita sebagai Facility Manager perlu berkolaborasi dengan semua team, berbagai tugas, menjelaskan tanggung jawab, ukuran kinerja dan memastikan semua pihak mengerti tugas dan tanggung jawab masing-masing. 
Kemampuan membangun kerja sama dan kolaborasi membuat setiap anggota tim merasa memiliki peran penting dalam mencapai tujuan bersama. Facility Manager yang mendorong kerja tim akan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.

3. Empati dan Kecerdasan Emosional
Dalam bekerja, Facility Manager mempunyai tanggung jawab dan tentunya ada tekanan pekerjaan. Pastinya, semua anggota team facility management akan memiliki tekanan pekerjaan sesuai dengan bebannya masing-masing. Di era sekarang, bekerja perlu memperhatikan bagaimana kesehatan mental, karena itu, sikap berempati perlu diusahakan kepada semua orang yang bekerja di facility management. Kita sebagai seorang Facility Manager perlu belajar untuk memahami kebutuhan, kekhawatiran, dan motivasi orang lain, baik itu anggota tim maupun atasan/client. Perlu belajar untuk mengkombinasikan dengan kecerdasan emosional—kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Jika semua ini dilakukan, seorang Facility Manager dapat meredam konflik, menjaga hubungan yang sehat, dan memotivasi tim di situasi penuh tekanan.

Operasional dari Facility Management akan berhasil jika komunikasi, teamwork, kolaborasi dan sikap berempati bisa diterapkan oleh Facility Manager dan masing-masing anggota team. Keberhasilan facility Management sangat tergantung oleh manusia yang mengelolanya. Policy, system, dan procedure adalah faktor-faktor pendukung yang menunjang operasional dari facility management. 

Dengan menguasai soft-skills; komunikasi, teamwork & kolaborasi dan empati, seorang Facility Manager akan mampu menjaga fasilitas berfungsi optimal, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif, produktif, dan berkelanjutan.

Semoga Bermanfaat!

Berikut link dari blog Facility Executive: https://facilityexecutive.com/a-people-first-approach-soft-skills-in-facilities-management 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Facility Management vs. Workplace Management di Era Kerja Hybrid: 4 Strategy Penting Untuk Integrasi

Setelah lebih dari 25 tahun bekerja di bidang facility management, saya pikir saya cukup familiar dengan istilah, sistem, dan dinamika pekerjaan di dalamnya. Namun, sejak 2020, ada satu istilah yang terus muncul dalam setiap diskusi, webinar, dan bahkan percakapan santai antar team: workplace management .   Dulu istilah ini tidak terlalu ramai. Tapi pasca pandemi COVID-19, seolah ada pergeseran besar: bukan hanya soal menjaga fasilitas tetap berfungsi, tapi juga bagaimana fasilitas itu mendukung cara kerja baru—yang fleksibel, digital, dan berbasis pengalaman karyawan.   Banyak Organisasi Masih Fokus pada Gedung, Bukan Penggunanya Saat ini, banyak perusahaan di Indonesia—terutama sektor perbankan, manufaktur, dan instansi publik—masih menganggap facility management (FM) cukup untuk menjalankan operasional kantor. Padahal di era kerja hybrid, pengalaman kerja (employee experience) sudah menjadi faktor utama dalam retensi, produktivitas, bahkan kesehatan mental karyawa...