Langsung ke konten utama

OFFICE BOY YANG PRODUKTIF


Saat ini, sudah banyak perusahaan yang bekerja sama secara outsourcing dengan perusahaan cleaning service. Pekerjaan cleaning service sudah terstruktur dan jelas, bahkan bisa dibuatkan aktivitas pekerjaan per jam.

Yang masih menjadi tantangan adalah pekerjaan office boy, karena job description office boy ini umumnya adalah tambahan dari cleaning service dan mendukung kebutuhan karyawan. Kebutuhan karyawan ini yang sangat subyektif tergantung dari tingkat keahlian para karyawan tersebut.


Dari beberapa department, akan ditemui karyawan dengan type yang berbeda-beda;
  1. Karyawan yang meminta untuk di atur ruang meeting, yang kenyataannya, pengaturan ruang meeting sudah termasuk; pembelian snack, pengaturan ATK serta set ruang meeting tersebut.
  2. Karyawan yang meminta difotokopikan, walaupun hanya 10 lembar.
  3. Karyawan efisien, yang meminta tolong disertai checklist yang perlu dilakukan.

Untuk karyawan dengan type 1 & 2; akan sangat tergantung sekali kepada office boy yang sudah mengerti kebutuhan mereka, jika office boy nya ditukar karena sakit, cuti atau rotasi, maka akan sangat kesulitan dalam memberikan instruksi kepada office boy pengganti.

Sedangkan untuk karyawan dengan type c; akan jarang mengalami kesulitan karena sudah membuatkan checklist yang dapat dimengerti oleh office boy mana saja.

Umumnya, para Facility Manager yang memiliki team office boy ini akan melakukan serta mempersiapkan 10 hal berikut ini:
  1. Menentukan aktivitas dasar yang wajib dilakukan oleh para office boy, yaitu:
    • Aktivitas wajib cleaning service: kebersihan ruang meeting, pantry & toilet.
    • Kesiapan ruang meeting: whiteboard bersiih, tempat sampah kosong dan ATK lengkap.
    • Kesiapan pantry: gelas & piring kotor sudah dicuci dan mesin vending yang siap dipakai.
  2. Membuat SOP (Standard Operating Procedure) yang terkait dengan pekerjaan office boy.
  3. Melakukan briefing rutin memastikan office boy melakukan aktivitas dasar.
  4. Melakukan inspeksi mendadak secara rutin dengan periode berbeda-beda.
  5. Mengetahui permintaan dari para karyawan dan melakukan evaluasi dari permintaan yang ada. Misal: evaluasi permintaan makan siang dikoordinasikan ke 1 orang office boy, sehingga office boy yang lain bisa melakukan pekerjaan cleaning service.
  6. Melakukan analisa dan evaluasi aktivitas para office boy.
  7. Mengidentifikasi office boy yang tidak melakukan aktivitas dasar, memberikan pelatihan, mengingatkan dengan surat peringatan dan jika perlu diganti dengan pihak eksternal.
  8. Melakukan meeting dengan para karyawan yang sering menggunakan jasa office boy untuk mendapatkan permintaan standar yang bisa dilakukan semua office boy yang ada.
  9. Bekerja sama dengan department purchasing untuk melakukan tender perusahaan outsourcing yang memiliki struktur management yang kuat.
  10. Rutin melakukan meeting dengan para office boy menjelaskan kebutuhan dari Facility Manager terhadap office boy yang produktif dan menanyakan kendala yang ada serta memberikan solusi.

Dengan melakukan 10 hal diatas, maka akan terbentuk kebiasaan office boy yang produktif dan Facility Manager yang mengetahui kendala serta kebutuhan dari karyawan.

Jika diperlukan, aktivitas office boy ini agar dihilangkan dan fokus hanya pada cleaning service. Kebutuhan office boy yang ada diarahkan ke department yang membutuhkan dan agar mereka memiliki office boy sendiri. Biasanya, jika biaya dibebankan penuh terhadap satu department, maka kepala department akan memikirkan alternatif lain.

Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Kualifikasi Facility Coordinator Basic

Berdasarkan pengalaman saya selama lebih dari 15 tahun di bidang Facility Management, berikut   kualifikasi yang diharapkan dari kandidat yang melamar untuk menjadi Facility Coordinator Role & Responsibilities: Sebelumnya, apasaja sih tanggung jawab dan tugas dari Facility Coordinator itu? Adalah sebagai berikut: Tanggung Jawab: 1)      Memastikan mengetahui ruang lingkup kerja (Scope of Work) dari pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi 2)      Mengetahui kinerja yang diukur setiap hari. 3)      Bekerja sama dengan team untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan 4)      Mengambil keputusan serta melakukan koordinasi dengan team dan atasan untuk setiap permasalah di lokasi 5)      Untuk memastikan secara keuangan, biaya-biaya sesuai dengan budget/anggaran yang telah ditetapkan Tugas: 6)      Untuk melakukan koordinasi dengan v...