Langsung ke konten utama

5 Keterampilan Manajemen Krisis yang Diperlukan oleh Seorang Facility Manager

 

Seorang facility manager memiliki peran krusial dalam memastikan operasional sebuah fasilitas berjalan lancar, aman, dan efisien. Salah satu aspek penting dari peran ini adalah kemampuan manajemen krisis yang mumpuni.

Manajemen krisis melibatkan serangkaian keterampilan dan pengetahuan yang memungkinkan seorang facility manager untuk menghadapi dan menangani situasi darurat atau tidak terduga dengan efektif.

Tulisan ini mengenai hal-hal yang menjadi bagian penting terkait manajemen krisis yang perlu dikuasai oleh seorang facility manager.

Menurut saya, seorang facility manager perlu mengetahui empat hal berikut ini sebelum mempersiapkan crisis management procedure:  

a) Mengenal Bisnis dari Perusahaan. Pemahaman mendalam tentang bisnis perusahaan merupakan aspek krusial dalam manajemen krisis yang efektif. Seorang facility manager harus memiliki pengetahuan yang solid tentang: Model bisnis Perusahaan, Proses operasional utama, Aset dan sumber daya kritis, dan Dampak potensial krisis terhadap kelangsungan bisnis.

Dengan pemahaman ini, facility manager dapat membuat keputusan yang selaras dengan prioritas bisnis dan meminimalkan gangguan terhadap operasi inti perusahaan selama krisis. Mereka juga dapat mengantisipasi kebutuhan khusus yang mungkin muncul berdasarkan sifat bisnis, seperti perlindungan data sensitif dalam perusahaan teknologi atau menjaga kesinambungan produksi dalam industri manufaktur.


b) Mengetahui Lapisan Pengambil Keputusan. Facility manager harus memiliki pemahaman yang jelas tentang struktur pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini meliputi: Hierarki manajemen dan jalur eskalasi, Peran dan tanggung jawab spesifik dalam situasi krisis, Protokol untuk pengambilan keputusan cepat dan Batasan wewenang pada setiap level.

Pengetahuan ini memungkinkan facility manager untuk mengambil tindakan cepat dalam batas wewenang mereka, serta mengetahui kapan dan bagaimana melibatkan pembuat keputusan tingkat yang lebih tinggi. Hal ini juga membantu dalam memastikan koordinasi yang efektif antara berbagai departemen dan tingkatan manajemen selama krisis.

 

c) Mengenal Para Vendor Pendukung untuk Fasilitas. Hubungan yang kuat dengan vendor dan penyedia layanan eksternal sangat penting dalam manajemen krisis. Facility manager harus: Memiliki daftar kontak yang selalu diperbarui untuk semua vendor kritis, Memahami kapabilitas dan waktu respons masing-masing vendor, Mengetahui persyaratan kontrak dan prosedur untuk layanan darurat dan Membangun hubungan kerja yang baik dengan personel kunci di perusahaan vendor.

Pengetahuan ini memungkinkan facility manager untuk dengan cepat memobilisasi sumber daya eksternal yang diperlukan selama krisis, seperti layanan perbaikan darurat, dukungan keamanan tambahan, atau pasokan darurat.

 

d) Pernah membuat dan mengetahui Simulasi Table-Top terkait Crisis. Simulasi table-top adalah alat penting dalam persiapan manajemen krisis. Facility manager harus familiar dengan: Konsep dan metodologi simulasi table-top, Cara merancang dan melaksanakan simulasi yang efektif, Teknik untuk memfasilitasi diskusi dan pengambilan keputusan selama simulasi dan Metode untuk mengevaluasi dan belajar dari hasil simulasi.

Pengetahuan tentang simulasi table-top memungkinkan facility manager untuk secara teratur menguji dan memperbaiki rencana tanggap darurat, melatih tim dalam pengambilan keputusan krisis, dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dalam kesiapsiagaan krisis organisasi.

 

Selanjutnya, berikut adalah lima keterampilan utama manajemen krisis yang sangat diperlukan oleh seorang facility manager:

1. Kesiapsiagaan dan Perencanaan. Facility manager harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan rencana tanggap darurat yang komprehensif. Ini mencakup identifikasi potensi risiko, penyusunan prosedur evakuasi, dan penetapan protokol komunikasi darurat. Mereka juga harus memastikan bahwa semua karyawan dan penghuni gedung familiar dengan rencana ini melalui pelatihan dan simulasi rutin.

2. Pengambilan Keputusan Cepat Dalam situasi krisis. Facility manager harus mampu menganalisis situasi dengan cepat, mempertimbangkan berbagai opsi, dan membuat keputusan yang tepat dalam waktu singkat. Kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan dan berpikir jernih sangat penting dalam aspek ini.

3. Kepemimpinan dan Koordinasi Selama krisis. Facility manager harus mampu memimpin dan mengoordinasikan berbagai tim dan sumber daya pendukung. Ini melibatkan pemberian arahan yang jelas, pendelegasian tugas, dan memastikan semua pihak bekerja sama secara efektif untuk menangani situasi.

4. Komunikasi Efektif. Komunikasi yang jelas dan tepat waktu sangat penting selama krisis. Facility manager harus mampu menyampaikan informasi penting kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk karyawan, penghuni gedung, manajemen senior, dan jika perlu, media dan publik.

5. Pengetahuan Teknis. Pemahaman mendalam tentang sistem dan infrastruktur gedung sangat penting. Ini memungkinkan facility manager untuk mengidentifikasi masalah dengan cepat dan mengambil tindakan yang tepat untuk meminimalkan gangguan dan kerusakan.

Dengan menguasai keterampilan-keterampilan ini, seorang facility manager akan lebih siap menghadapi berbagai situasi krisis yang mungkin timbul. Kita dapat memainkan peran kunci dalam melindungi aset perusahaan, menjaga keselamatan penghuni gedung, dan memastikan kelangsungan operasional bisnis dalam menghadapi tantangan yang tidak terduga. Penting untuk diingat bahwa keterampilan manajemen krisis perlu terus dikembangkan dan diperbarui melalui pelatihan reguler, simulasi, dan pembelajaran dari pengalaman nyata serta praktik terbaik industri.

 

Semoga bermanfaat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Kualifikasi Facility Coordinator Basic

Berdasarkan pengalaman saya selama lebih dari 15 tahun di bidang Facility Management, berikut   kualifikasi yang diharapkan dari kandidat yang melamar untuk menjadi Facility Coordinator Role & Responsibilities: Sebelumnya, apasaja sih tanggung jawab dan tugas dari Facility Coordinator itu? Adalah sebagai berikut: Tanggung Jawab: 1)      Memastikan mengetahui ruang lingkup kerja (Scope of Work) dari pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi 2)      Mengetahui kinerja yang diukur setiap hari. 3)      Bekerja sama dengan team untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan 4)      Mengambil keputusan serta melakukan koordinasi dengan team dan atasan untuk setiap permasalah di lokasi 5)      Untuk memastikan secara keuangan, biaya-biaya sesuai dengan budget/anggaran yang telah ditetapkan Tugas: 6)      Untuk melakukan koordinasi dengan v...