Langsung ke konten utama

Lima Alasan untuk Outsource Facilities Management




Perusahaan di masa kini mempunyai pilihan untuk outsource facilities management atau memiliki tim facilities management professional sendiri. Adapun keuntungan yang menjadi alasan untuk outsource facilities management kepada pihak ketiga – perusahaan outsourcing adalah: 

1)      Perusahaan bisa focus pada bisnis utama: perusahaan bisa lebih focus untuk mengembangkan modal, waktu dan talenta berdasarkan bisnis utama dari perusahaan. Perusahaan outsourcing akan memberikan solusi untuk pengelolaan fasilitas. 

2)      Outsourcing lebih terjangkau: perusahaan tidak perlu melakukan investasi untuk peningkatan keahlian dari tim facilities management. Perusahaan outsourcing akan memberikan pelatihan dan tim yang mumpuni untuk mengelola fasilitas, atau perusahaan bisa mengganti dengan perusahaan outsourcing yang lebih baik.

3)      Outsourcing memberikan keuntungan ekonomis: untuk perusahaan outsourcing yang telah memiliki area yang cukup luas, jika perusahaan memiliki beberapa fasilitas di lokasi yang berbeda dan cukup jauh, perusahaan outsourcing dapat membantu dengan mengelola fasilitas dan berkoordinasi dengan area terdekat. Jika hal ini terjadi, maka akan didapatkan biaya yang lebih ekonomis dibandingkan perusahaan menyediakan tim sendiri.

4)      Fleksibilitas Operasional: Jika diperlukan, saat kebutuhan dari facilities management berkurang, perusahaan akan mengalami kesulitan untuk memutasi karyawan, dengan adanya perusahaan outsourcing, mutasi sesuai dengan bidang facilities management dan tingkat keahlian (jenjang karir) akan mungkin terjadi. 

5)      Perusahaan Outsourcing Memungkinkan Untuk Memiliki Riset atau Teknologi Terbaru: Dikarenakan perusahaan outsourcing memiliki bisnis utama di bidang facilities management, maka informasi terbaru terkait dengan riset atau teknologi mengenai facilities management akan dimiliki oleh (beberapa) perusahaan outsourcing  

Jika telah diputuskan untuk melakukan outsourcing facilities management, maka perlu diperhatikan kualitas dari perusahaan outsourcing sebagai berikut:
- Keandalan: berdasarkan daftar pelanggan dan penjelasan dari tim ahli facilities management saat presentasi.
- Kepercayaan: berdasarkan komunikasi dengan pelanggan (sampling) dari perusahaan outsourcing.
- Transparansi: berdasarkan informasi yang diberikan mengenai pembiayaan
- Komunikasi: konsep komunikasi yang dimiliki oleh perusahaan outsourcing
- Proaktif: konsep kerja yang dimiliki oleh perusahaan outsourcing

Dengan bekerjasama dengan perushaan outsourcing yang memenuhi persyaratan tersebut, maka perusahaan akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam pengelolaan fasilitas. 

Ide bersumber dari: Artikel LinkedIn yang ditulis oleh: Scott Henley, Senior Vice President, Global Services, Newmark Grubb Phoenix Realty Group (Perusahaan Property di Florida, Amerika Serikat) dengan Judul: Five Reasons to Outsource Facilities Management and Lease Administration. Di rilis di LinkedIn: Feb 11, 2016

Semoga Bermanfaat,

Jufiandi J
FM Practitioner

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Kualifikasi Facility Coordinator Basic

Berdasarkan pengalaman saya selama lebih dari 15 tahun di bidang Facility Management, berikut   kualifikasi yang diharapkan dari kandidat yang melamar untuk menjadi Facility Coordinator Role & Responsibilities: Sebelumnya, apasaja sih tanggung jawab dan tugas dari Facility Coordinator itu? Adalah sebagai berikut: Tanggung Jawab: 1)      Memastikan mengetahui ruang lingkup kerja (Scope of Work) dari pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi 2)      Mengetahui kinerja yang diukur setiap hari. 3)      Bekerja sama dengan team untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan 4)      Mengambil keputusan serta melakukan koordinasi dengan team dan atasan untuk setiap permasalah di lokasi 5)      Untuk memastikan secara keuangan, biaya-biaya sesuai dengan budget/anggaran yang telah ditetapkan Tugas: 6)      Untuk melakukan koordinasi dengan v...