Langsung ke konten utama

Implementasi Bangunan Gedung Cerdas di Indonesia: Membuka Peluang dan Tantangan

Di tanggal 1 Agustus 2024 ini, saya menghadiri event Digital Transformation Indonesia – Conference & Expo 2024 (DTI – CX) di Jakarta Convention Center, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Saya mengikuti conference terkait Real Estate dengan tema: Connected Buildings: Harnessing Technology for Sustainable Building Management (Terjemahan bebas: “Bangunan Terkoneksi: Memanfaatkan Teknologi untuk Pengelolaan Bangunan Berkelanjutan”).

Berdasarkan tema tersebut, saya menjelaskan beberapa hal penting terkait dengan bangunan terkoneksi:

Konsep bangunan terkoneksi (connected buildings):

Konsep bangunan terkoneksi adalah paradigma baru dalam pengelolaan fasilitas. Dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam struktur fisik bangunan, konsep ini menawarkan potensi besar untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keberlanjutan.

Definisi Bangunan Terkoneksi:

Definisi dari bangunan terkoneksi adalah struktur fisik yang dilengkapi dengan sistem teknologi informasi dan komunikasi untuk mengintegrasikan berbagai sistem bangunan, seperti HVAC, pencahayaan, keamanan, dan sensor penghuni, ke dalam jaringan terpadu. Sistem-sistem tersebut saling berkomunikasi dan dapat dikontrol serta dimonitor secara jarak jauh melalui platform terpusat.

Keunggulan bangunan terkoneksi. 5 keunggulan dari bangunan terkoneksi yaitu:

  1. Peningkatan efisiensi: Optimalisasi penggunaan sumber daya melalui pemantauan dan kontrol sistem bangunan secara real-time.
  2. Penghematan biaya: Reduksi biaya operasional melalui optimalisasi penggunaan energi, efisiensi perawatan, dan peningkatan produktivitas.
  3. Pemeliharaan prediktif: Pencegahan kerusakan peralatan melalui pemantauan kondisi secara terus-menerus.
  4. Peningkatan kenyamanan penghuni: Penciptaan lingkungan dalam ruangan yang sehat, nyaman, dan produktif.
  5. Keberlanjutan dan inisiatif hijau: Kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dan pelestarian lingkungan.

Untuk Tingkat pengelolaan tertentu, bangunan terkoneksi akan menghasilkan data yang mempercepat pengambilan keputusan efektif dan berorientasi hasil terutama untuk pemeliharaan fasilitas atau penggantian sparepart.

Kontribusi Bangunan Terkoneksi terhadap Pembangunan Berkelanjutan.

3 peran penting bangunan terkoneksi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan cara berikut:

  1. Efisiensi energi dan konservasi sumber daya: Optimalisasi penggunaan energi dan air melalui teknologi cerdas.
  2. Penghematan biaya operasional: Reduksi biaya operasional berkontribusi pada keberlanjutan finansial bangunan.
  3. Peningkatan kinerja bangunan: Penciptaan lingkungan dalam ruangan yang sehat dan produktif mendukung kualitas hidup penghuni.

Bangunan Terkoneksi atau Bangunan Cerdas? Berdasarkan definisi bangunan terkoneksi yang merupakan infrastruktur yang terintegrasi, perkembangan istilah saat ini adalah "bangunan cerdas" lebih sering digunakan karena semakin kompleksnya teknologi yang diterapkan dalam bangunan modern, yang tidak hanya melibatkan konektivitas tetapi juga kecerdasan buatan, otomatisasi, dan analisis data.

Regulasi Bangunan Gedung Cerdas di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2023 tentang Bangunan Gedung Cerdas. Regulasi ini merupakan langkah penting dalam mendorong pengembangan bangunan cerdas di Indonesia dengan memberikan definisi, prinsip, dan persyaratan yang jelas. Regulasi tersebut menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen bangunan cerdas yang responsif terhadap konteks regional, lingkungan, kearifan lokal, dan kebutuhan pengguna. Selain itu, regulasi juga menggarisbawahi pentingnya keamanan siber, analisis data, dan kepuasan pengguna dalam pengembangan bangunan cerdas.


Tantangan Implementasi Bangunan Gedung Cerdas di Indonesia.
Meskipun menawarkan berbagai manfaat, implementasi bangunan terkoneksi juga menghadapi 4 tantangan utama yaitu:

  1. Regulasi. Pihak swasta yang membangun Bangunan Gedung Cerdas akan lebih terbantu jika ada peraturan/regulasi dari pemerintah yang mendukung investasi untuk menjadikan Bangunan Gedung Cerdas seperti insentif untuk pihak-pihak yang membuatkan fasilitas dalam bentuk pengurangan biaya, arahan untuk memakai fasilitas tersebut kepada pihak pemerintah atau lainnya.
  2. Biaya. Biaya tinggi untuk investasi teknologi termasuk instalasi peralatan, software, hardware serta pelatihan kepada pelaku Bangunan Gedung Cerdas.
  3. Keahlian. Tenaga ahli untuk mengelola Bangunan Gedung Cerdas masih belum banyak saat ini, terutama untuk dapat mengerti membaca data yang real-time dari system yang diberikan dan segera mengambil Keputusan terkait pengelolaan Gedung/fasilitas tersebut.
  4. Kesadaran. Kesadaran bahwa Bangunan Gedung Cerdas mendukung; efisiensi energi, kualitas udara dalam ruangan, keamanan, dan kontribusi pada Pembangunan berkelanjutan.

Tantangan di atas tentunya membuka peluang bagi pelaku industri dan praktisi FM untuk mengembangkan solusi inovatif dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang serta meningkatkan kemampuan diri untuk bisa mengelola system Bangunan Gedung Cerdas.

Penutup. Bangunan Gedung Cerdas merupakan langkah penting dalam mewujudkan bangunan yang lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi terkini dan didukung oleh kebijakan pemerintah yang tepat, Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam pengembangan dan penerapan konsep bangunan cerdas.

Mari kita Kembangkan teknologi Bangunan Gedung Cerdas serta meningkatkan kemampuan diri untuk mengerti system Bangunan Gedung Cerdas.

Ayo, kita FM pasti bisa!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Kualifikasi Facility Coordinator Basic

Berdasarkan pengalaman saya selama lebih dari 15 tahun di bidang Facility Management, berikut   kualifikasi yang diharapkan dari kandidat yang melamar untuk menjadi Facility Coordinator Role & Responsibilities: Sebelumnya, apasaja sih tanggung jawab dan tugas dari Facility Coordinator itu? Adalah sebagai berikut: Tanggung Jawab: 1)      Memastikan mengetahui ruang lingkup kerja (Scope of Work) dari pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi 2)      Mengetahui kinerja yang diukur setiap hari. 3)      Bekerja sama dengan team untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan 4)      Mengambil keputusan serta melakukan koordinasi dengan team dan atasan untuk setiap permasalah di lokasi 5)      Untuk memastikan secara keuangan, biaya-biaya sesuai dengan budget/anggaran yang telah ditetapkan Tugas: 6)      Untuk melakukan koordinasi dengan v...