Langsung ke konten utama

Solusi Cerdas untuk Pengelolaan Perumahan Eksekutif: Layanan Residensial Manager

Pada tulisan sebelumnya, saya telah menjelaskan 5 hal penting untuk mengelola fasilitas kompleks residensial dengan efektif:

1. Strategi Perawatan Komprehensif.

2. Membangun Lingkungan yang Aman dan Terjamin.

3. Mengoptimalkan Pengalaman Penghuni.

4. Komunikasi yang Efektif adalah Kunci.

5. Teknologi untuk Efisiensi dan Kenyamanan.

Perkembangan terakhir, bahwa kompleks perumahan ini ada yang dinamakan perumahan eksekutif, terutama untuk perumahan yang dikelola oleh Perusahaan dan ditempati oleh para eksekutif dari Perusahaan tersebut termasuk; pegawai tingkat atas: Direktur, Deputi Gubernur, atau pejabat struktural lainnya dan pegawai dengan jabatan strategis: mereka yang memegang posisi kunci dalam pengambilan keputusann atau pengelolaan aset perusahaan.

Untuk perumahan kalangan ini, ternyata ada dua hal tambahan yang perlu ada dalam pengelolaan rumah tersebut yaitu: 

1.     Residential Manager. Peran residential manager atau manajer perumahan sangatlah krusial. Mereka memiliki tanggung jawab utama menjaga kualitas hidup penghuni, serta memastikan kelancaran operasional seluruh fasilitas.

Ruang lingkup dari residential manager termasuk:

  • Menjadi penghubung antara penghuni dengan pengelola properti, serta menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin timbul di perumahan. Residential manager perlu memiliki hubungan Interpersonal yang kuat, kemampuan komunikasi yang baik untuk membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh penghuni.
  • Menangani Keluhan: Kemampuan untuk mendengarkan dan merespon keluhan penghuni dengan cepat dan tepat sangat penting. Hal ini akan membuat penghuni merasa dihargai dan diperhatikan.
  • Pemeliharaan Fasilitas: Residential manager bertanggung jawab dalam memastikan semua fasilitas umum, seperti kolam renang, taman, dan area bermain anak, selalu dalam kondisi baik dan terawatt
  • Event Organizer: Seringkali, residential manager juga berperan sebagai penyelenggara acara komunitas untuk mempererat hubungan antar penghuni.

2. Daftar barang-barang keperluan rumah tangga yang sudah dibuatkan harga tetap/Unit Rate. 

Adanya daftar barang-barang ini akan mempermudah penyediaan barang tersebut jika terjadi kerusakan atau kebutuhan penggantian barang di perumahan eksekutif ini.

Dengan adanya daftar barang-barang yang ditentukan dengan harga tetap/unit rate, maka akan mempermudah hal-hal berikut:

  • Perencanaan Anggaran: sebagai pengelola, akan lebih mudah merencanakan anggaran belanja bulanan. Kita bisa menghitung berapa banyak uang yang perlu disiapkan untuk membeli sejumlah barang tertentu.
  • Pengambilan Keputusan yang Lebih Cepat. Informasi unit rate yang jelas dapat mempercepat proses pengambilan keputusan saat membeli barang. Kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menghitung-hitung harga per satuan.
  • Persetujuan Manajemen yang Lebih Mudah: Informasi unit rate yang jelas dan perbandingan harga yang rinci dapat mempermudah proses mendapatkan persetujuan dari manajemen untuk pembelian berulang. Manajemen dapat melihat bahwa kita telah memilih produk dengan harga yang kompetitif dan sesuai dengan anggaran perusahaan.

Dengan ini bisa disimpulkan, residensial manager yang ditempatkan dalam mengelola perumahan eksekutif ditambah dengan adanya persiapan daftar barang-barang dengan unit rate untuk peralatan yang ada dalah perumahan adalah investasi yang sangat berharga bagi pengelola yang menginginkan kenyamanan, efisiensi, dan hubungan yang baik dengan penghuni.

Jika anda adalah pengelola perumahan eksekutif, banyak hal-hal penting yang perlu dipersiapkan serta memiliki sumber daya manusia yang tepat untuk memastikan tercapainya kepuasan dari penghuni perumahan eksekutif tersebut.

 

Semoga bermanfaat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

Facility Management vs. Workplace Management di Era Kerja Hybrid: 4 Strategy Penting Untuk Integrasi

Setelah lebih dari 25 tahun bekerja di bidang facility management, saya pikir saya cukup familiar dengan istilah, sistem, dan dinamika pekerjaan di dalamnya. Namun, sejak 2020, ada satu istilah yang terus muncul dalam setiap diskusi, webinar, dan bahkan percakapan santai antar team: workplace management .   Dulu istilah ini tidak terlalu ramai. Tapi pasca pandemi COVID-19, seolah ada pergeseran besar: bukan hanya soal menjaga fasilitas tetap berfungsi, tapi juga bagaimana fasilitas itu mendukung cara kerja baru—yang fleksibel, digital, dan berbasis pengalaman karyawan.   Banyak Organisasi Masih Fokus pada Gedung, Bukan Penggunanya Saat ini, banyak perusahaan di Indonesia—terutama sektor perbankan, manufaktur, dan instansi publik—masih menganggap facility management (FM) cukup untuk menjalankan operasional kantor. Padahal di era kerja hybrid, pengalaman kerja (employee experience) sudah menjadi faktor utama dalam retensi, produktivitas, bahkan kesehatan mental karyawa...