Langsung ke konten utama

IDE-IDE PENGHEMATAN LISTRIK



Penghematan biaya adalah  salah satu tolak ukur dalam kinerja  facilities management. Salah satunya adalah penghematan  pemakaian listrik. 






Berikut adalah ide-ide penghematan listrik yang bisa dilakukan:
1)      Mematikan lampu di area kerja pada saat jam makan siang.
2)      Menghidupkan system AC lebih siang dan mematikan system AC lebih cepat. Contoh: menghidupkan AC jam 7.30 pagi dan mematikan di jam 5.30 sore.
3)      Menghidupkan lampu di jam 8.00 pagi dan mematikan di jam 6.00 sore.
4)      Mematikan lampu bagian luar seperti fasad dan papan reklame lebih cepat. Seperti mematikan lampu di papan reklame pada jam 200 pagi.
5)      Mengganti dispenser air minum dari type dingin/panas menjadi dispenser tanpa listrik – manual. 

Semoga ide-ide diatas dapat membantu anda dan tim dalam menghemat pemakaian listrik di site yang anda kelola. Silakan share kepada kami jika anda memiliki ide lain dalam menghemat pemakaian listrik.
Salam FM,

English Version:
TOP 5 IMPROVEMENT IDEAS IN ELECTRICITY
Cost saving is one of performance measurement in facilities management, reduction of electricity consumption may impact to cost reduction. As a facilities management team, we shall find ideas to reduce the electricity consumption, below are sample of initiatives:
1) To turn off the lighting in all common areas during lunch time.
2) To start the AC late and to turn off the AC early. Sample: to turn on the AC at 7.30AM and turn off at 5.30PM.
3) In office areas, to turn on the light on 8AM and  turn it off on 6PM
4) To turn off the outside lighting such as facade and advertisement’s board earlier. Sample: to turn off the light earlier, around 2-3 AM.
5) To convert the hot/cold type of water dispenser into regular non electricity water dispenser.
Hope that above initiatives help you and your team when you try to save the electricity at your site. Please share more ideas, if any

Go FM!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Facility Management vs. Workplace Management di Era Kerja Hybrid: 4 Strategy Penting Untuk Integrasi

Setelah lebih dari 25 tahun bekerja di bidang facility management, saya pikir saya cukup familiar dengan istilah, sistem, dan dinamika pekerjaan di dalamnya. Namun, sejak 2020, ada satu istilah yang terus muncul dalam setiap diskusi, webinar, dan bahkan percakapan santai antar team: workplace management .   Dulu istilah ini tidak terlalu ramai. Tapi pasca pandemi COVID-19, seolah ada pergeseran besar: bukan hanya soal menjaga fasilitas tetap berfungsi, tapi juga bagaimana fasilitas itu mendukung cara kerja baru—yang fleksibel, digital, dan berbasis pengalaman karyawan.   Banyak Organisasi Masih Fokus pada Gedung, Bukan Penggunanya Saat ini, banyak perusahaan di Indonesia—terutama sektor perbankan, manufaktur, dan instansi publik—masih menganggap facility management (FM) cukup untuk menjalankan operasional kantor. Padahal di era kerja hybrid, pengalaman kerja (employee experience) sudah menjadi faktor utama dalam retensi, produktivitas, bahkan kesehatan mental karyawa...