Langsung ke konten utama

3 hal penting dari bersertifikasi BNSP untuk Trainer

Untuk praktisi facility management berpengalaman, membagikan pengalaman kepada para facility manager baru adalah bagian dari mengembangkan diri serta memberikan kontribusi dalam dunia facility management. Saya mempunyai cukup pengalaman untuk bisa menjadi pembelajaran bagi para facility manager yang berniat untuk mengembangkan diri.

Membagi pengalaman ini bisa dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Langsung dalam artian memberikan training baik secara internal dengan sesama rekan kerja atau kepada pihak luar yang mau belajar lebih lanjut. Tidak langsung dalam bentuk diskusi non-formal sambal ngopi atau bicara santai.

Saya dengan pengalaman yang cukup mengenai facility management ini beberapa kali membagi pengalaman dengan memberikan training kepada internal team dan rekan-rekan di dunia facility management dalam bentuk, webinar training internal dan eksternal. Dan secara bertahap, saya mempelajari bahwa ada banyak guideline yang perlu diketahui dalam memberikan pelatihan. 

Ada tiga hal utama yang menurut saya perlu dimiliki para trainer, yaitu:

1. Keahlian dalam bidang tertentu yang akan menjadi hal utama dalam pelatihan.

2. Kemampuan public speaking.

3. Sertifikasi sebagai trainer.

Untuk tulisan ini, saya akan focus untuk sertifikasi di Indonesia khususnya Sertifikasi BNSP Trainer. Secara umum, BNSP akan mengacu kepada SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). SKKNI ini adalah dalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

SKKNI dikembangkan melalui konsultasi dengan industri terkait, untuk memastikan kesesuaian kebutuhan di tempat kerja. SKKNI digunakan terutama untuk merancang dan mengimplementasikan pelatihan kerja, melakukan asesmen (penilaian) keluaran pelatihan, serta asesmen tingkat keterampilan dan keahlian terkini yang dimiliki oleh seseorang. SKKNI ditetapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan. Informasi secara lengkap bisa dilihat di: https://skkni.kemnaker.go.id/

Tiga hal utama yang membuat saya mengambil sertifikasi BNSP Trainer ini adalah:

  1. Meningkatkan Kredibilitas dan Kepercayaan. Sertifikasi BNSP merupakan bukti nyata kompetensi dan keahlian trainer yang diuji oleh assessor BNSP yang ahli dibidangnya. Saya yakin bahwa BNSP sudah mempunyai formula tertentu untuk menyatakan bahwa seseorang kompeten dibidang trainer dan saya sudah teruji dan lulus dari uji kompetensi tersebut. Sertifikat BNSP menjadi simbol pengakuan atas profesionalisme trainer, menunjukkan bahwa mereka telah melalui proses penilaian yang ketat dan memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan oleh BNSP. 
  2. Memperoleh Pengakuan Nasional. Dengan memiliki Sertifikasi BNSP maka kita sudah diakui secara nasional oleh pemerintah dan industri di Indonesia. Hal ini akan memberikan trainer bersertifikat BSNP keunggulan kompetitif di pasar pelatihan. Saya yakin pasar di Indonesia saat ini akan lebih menghargai trainer bersertifikat karena sudah memenuhi kompetensi yang dibuat oleh BNSP. Sertifikasi BNSP menjadi bukti nyata bahwa trainer memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sesuai dengan standar nasional, sehingga mereka lebih diprioritaskan dalam berbagai proyek dan program pelatihan. 
  3. Meningkatkan Kualitas Pelatihan. Proses sertifikasi BNSP melibatkan penilaian menyeluruh terhadap pengetahuan dan keterampilan trainer. Hal ini memastikan bahwa trainer bersertifikat memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana memberikan pelatihan yang efektif dan berkualitas tinggi. Trainer diuji melalui berbagai metode, seperti ujian tertulis, praktik mengajar, dan penilaian portofolio. Hal ini memastikan bahwa mereka benar-benar menguasai materi dan mampu menyampaikannya dengan baik kepada peserta pelatihan.     

Salah satu tujuan saya mendapatkan sertifikasi BNSP Trainer ini untuk memastikan pelatihan yang saya berikan memenuhi standar pemerintah dalam hal ini BNSP, pastinya, saya akan memastikan untuk dapat melebihi standar tersebut, dan tentunya akan memastikan peserta pelatihan mendapatkan kualitas pelatihan yang lebih baik. Secara umum, hal ini bermanfaat bagi seluruh industri FM (dan lainnya) karena meningkatkan kualitas pelatihan. 

Saya ingin menjadi trainer bersertifikat BNSP yang memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pelatihan dan profesionalisme di industri facility management, sehingga menghasilkan SDM yang kompeten dan berdaya guna bagi dunia kerja. Saat ini, saya sudah dalam proses sertifikasi kompetensi untuk BNSP Trainer ini, dan saat ini menunggu sertifikasi resmi dari BNSP. Saya berharap dengan tersertifikasi BNSP Trainer ini, saya akan  bisa memberikan kontribusi yang lebih baik ke dunia facility management.

Ayo mari bersama untuk meningkatkan kualitas praktisi facility management di Indonesia agar menjadi lebih baik!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Kualifikasi Facility Coordinator Basic

Berdasarkan pengalaman saya selama lebih dari 15 tahun di bidang Facility Management, berikut   kualifikasi yang diharapkan dari kandidat yang melamar untuk menjadi Facility Coordinator Role & Responsibilities: Sebelumnya, apasaja sih tanggung jawab dan tugas dari Facility Coordinator itu? Adalah sebagai berikut: Tanggung Jawab: 1)      Memastikan mengetahui ruang lingkup kerja (Scope of Work) dari pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi 2)      Mengetahui kinerja yang diukur setiap hari. 3)      Bekerja sama dengan team untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan 4)      Mengambil keputusan serta melakukan koordinasi dengan team dan atasan untuk setiap permasalah di lokasi 5)      Untuk memastikan secara keuangan, biaya-biaya sesuai dengan budget/anggaran yang telah ditetapkan Tugas: 6)      Untuk melakukan koordinasi dengan v...