Langsung ke konten utama

Meningkatkan Manajemen Aset untuk menjadikan Fasilitas Berkelanjutan (Sustainable Facility)



Di bulan Juni 2024 ini, saya mendapatkan kesempatan menjadi Key-notes speaker untuk event PAMFI dan IBM terkait dengan asset management. Topik yang dibawakan mengenai bagaimana asset management menjadi hal penting untuk fasilitas berkelanjutan.

Asset management adalah salah satu tujuan dari facility management, dengan pengelolaan fasilitas yang benar, asset akan terjaga dan bernilai. Asset management adalah hal penting yang perlu diketahui oleh developer dan korporasi karena hal-hal berikut:

  • Meningkatkan Efisiensi & Mengurangi Biaya. Asset management akan mncegah perbaikan dan downtime yang tidak diperlukan, mengoptimalkan penggunaan energi melalui pemeliharaan proaktif, dan memperpanjang umur peralatan, meminimalkan biaya penggantian.
  • Meningkatkan Keberlanjutan. Asset management yang benar akan mempromosikan tindakan pencegahan untuk mengurangi dampak lingkungan, memungkinkan pemanfaatan sumber daya yang efisien, menurunkan konsumsi energi dan memposisikan organisasi Anda secara menguntungkan bagi investor yang memprioritaskan faktor-faktor ESG (jika diperlukan).
  • Meningkatkan Manajemen Risiko. Adanya policy, procedure, dan instruksi kerja yang terarah dan benar akan memberikan asset management kemampuan; mengidentifikasi potensi masalah sebelum berkembang menjadi masalah besar, memastikan kepatuhan terhadap peraturan kesehatan dan keselamatan, dan meminimalkan risiko yang terkait dengan kegagalan peralatan.
  • Memberdayakan Pengambilan Keputusan yang Diinformasikan. Asset management yang terstruktur, terimplementasi dengan benar, dan dengan teknologi yang tepat akan; memberikan data berharga tentang kinerja dan pemanfaatan asset, memungkinkan perencanaan strategis untuk pemeliharaan, peningkatan, dan penggantian, serta mengoptimalkan alokasi sumber daya untuk keberhasilan fasilitas jangka panjang.
  • Memperkuat Operasi Secara Keseluruhan. Pada akhirnya, target asset management adalah: meningkatkan efisiensi operasional dan alur kerja, memastikan kelancaran fungsi fasilitas untuk produktivitas tanpa gangguan dan berkontribusi pada lingkungan kerja yang positif.

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan untuk menjadikan asset management membuat fasilitas berkelanjutan? Berikut empat elemen penting yang menjadikan assess management hal penting dalam fasilitas berkelanjutan:

1.                   1. Pemeliharaan prediktif. Memastikan perubahan pola pikir terhadap asset management:

·       Mengalihkan fokus dari perbaikan reaktif ke pencegahan masalah sebelum terjadi.

·       Memanfaatkan pemantauan data dan sensor untuk identifikasi masalah dini.

·       Mengurangi pemborosan energi yang disebabkan oleh peralatan yang tidak efisien.

2.                   2. Mempelajari asset secara keseluruhan. Memastikan semua system yang mendukung asset diperhatikan secara keseluruhan:

·       Menganalisis interaksi antar sistem (pencahayaan, hunian, HVAC).

·       Mengoptimalkan penggunaan energi di seluruh fasilitas.

·       Mengidentifikasi peluang untuk penyesuaian sistem berdasarkan kebutuhan real-time.

3.                   3. Peningkatan Health & Safety. Memastikan system, mesin dan peralatan memiliki kemampuan dan protocol untuk menjamin keselamatan dan Kesehatan dari pengguna dan pemelihara:

·       Mempromosikan investasi pada peralatan yang efisien dengan emisi lebih rendah.

·       Memastikan pemeliharaan yang tepat untuk lingkungan kerja yang lebih sehat.

·       Mengurangi potensi kecelakaan dan bahaya lingkungan.

4.                   4. Identifikasi Masalah Secara Real-Time. Di jaman sekarang, teknologi memungkinkan untuk memastikan pemeliharaan dan identifikasi masalah dilakukan secara real-time:

·       Memanfaatkan solusi internet-of-thing (IoT) dengan sensor.

·       Memungkinkan respons segera terhadap masalah pemeliharaan.

·       Meminimalkan waktu henti dan pemborosan energi yang disebabkan oleh masalah yang tidak terdeteksi.

Di era 2024, teknologi menjadi salah satu peran penting untuk asset management. Teknologi memberikan salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan dan memberikan kecepatan dalam pengambilan keputusan.

Berdasarkan kompetensi yang dibuat oleh IFM, salah satu kompentensi dari Facility Manager adalah mengelola asset dan fasilitas. Karena itu, mari teman-teman FM untuk mempelajari lebih dalam mengenai asset management, pengetahuan, praktek serta teknologi yang digunakan saat ini.

 

Semoga bermanfaat,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanggung Jawab Facility Management Team

Apa saja tanggung jawab dari facility management team? Yang utama adalah hal-hal dibawah ini: 1)      Mengatur & mempersiapkan budgets (secara tahunan dan bulanan) dan mengatur pengeluaran. o     Level Manager: selain mempersiapkan secara rutin untuk setiap tahunnya, untuk level manager, diharuskan mempunyai strategi khusus yang terkait dengan penghematan, inovasi dan project management o     Level staff: memastikan bahwa semua hal-hal rinci sudah dimasukkan kedalam budget dan melakukan pemeriksaan secara rutin. 2)      Pengelolaan Contract , melakukan tender dan negosiasi o     Level Manager: focus untuk pengelolaan kontrak, melakukan tender dan negosiasi. Dibeberapa perusahaan, level manager menangani kontrak dengan nilai tertentu (misal: min total nilai Rp. 500 juta per tahun ditangani manager) dan bekerja sama dengan bagian procurement. o     Level staff: mem...

7 Kompetensi Inti yang Harus Dikuasai oleh Facility Manager

Saya sudah beberapa kali menuliskan mengenai core competencies yang perlu dimiliki oleh Facility Manager. Dunia facility management selalu berkembang. Hingga hari ini, otomatisasi mulai banyak diimplementasikan, sustainability mulai diterapkan serta perusahaan sudah mulai memiliki ekspektasi bisnis yang lebih besar terhadap facility manager dalam mengelola fasilitas. Sudah bisa dipastikan, Facility Manager (FM) akan selalu memegang peran penting dalam menjaga operasional bangunan, mendukung produktivitas karyawan perusahaan, dan memastikan keberlanjutan fasilitas. Saya mendapatkan artikel menarik dari blog IFMA mengenai 7 kompetensi inti (core competencies) berikut harus dikuasai oleh FM untuk sukses di era saat ini, yang baru saja dituliskan di bulan May 2025. Berikut core competencies yang perlu dikuasai oleh FM menurut IFMA: 1. Kepemimpinan dan Strategi (Leadership & Strategy)  FM perlu memiliki kemampuan memimpin tim dan mengembangkan strategi yang selaras dengan tu...

Facility Management vs. Workplace Management di Era Kerja Hybrid: 4 Strategy Penting Untuk Integrasi

Setelah lebih dari 25 tahun bekerja di bidang facility management, saya pikir saya cukup familiar dengan istilah, sistem, dan dinamika pekerjaan di dalamnya. Namun, sejak 2020, ada satu istilah yang terus muncul dalam setiap diskusi, webinar, dan bahkan percakapan santai antar team: workplace management .   Dulu istilah ini tidak terlalu ramai. Tapi pasca pandemi COVID-19, seolah ada pergeseran besar: bukan hanya soal menjaga fasilitas tetap berfungsi, tapi juga bagaimana fasilitas itu mendukung cara kerja baru—yang fleksibel, digital, dan berbasis pengalaman karyawan.   Banyak Organisasi Masih Fokus pada Gedung, Bukan Penggunanya Saat ini, banyak perusahaan di Indonesia—terutama sektor perbankan, manufaktur, dan instansi publik—masih menganggap facility management (FM) cukup untuk menjalankan operasional kantor. Padahal di era kerja hybrid, pengalaman kerja (employee experience) sudah menjadi faktor utama dalam retensi, produktivitas, bahkan kesehatan mental karyawa...